Sport88

Born to Play, Born to Win

Mantan kiper Flamengo itu dijatuhi hukuman 22 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah membunuh pacarnya. Bagaimana kisahnya?

Eliza Samudio lahir pada 1985 dalam kehidupan yang miskin dan diwarnai kesulitan, dalam rumah tangga yang penuh kekerasan di mana ayahnya sering memukuli ibunya. Akibat tindakan tersebut, ibunya melarikan diri, dan akhirnya meninggalkan suaminya untuk membesarkan Eliza di Foz do Iguacu, sebuah kota kecil di Brasil.

Namun, pada usia 10 tahun, Eliza pindah untuk tinggal bersama ibunya, yang telah menikah lagi dan bertani lada. Seiring dengan berlanjutnya pengasuhan bersama, dia bermimpi menjadi model di kota besar, pergi ke Sao Paulo untuk mencari peruntungan di industri fashion.

Dia pada akhirnya tidak hidup lama, karena secara tragis dihabisi oleh kiper Brasil Bruno Fernandes de Souza, pacarnya. Eliza meninggal pada 2010, di usia 25 tahun, dan Bruno kemudian dikirim ke penjara karena pembunuhannya, bersama dengan beberapa kaki tangannya. Inilah kisah mereka…

Artikel dilanjutkan di bawah ini

  • Bruno Flamengo 2010Getty ImagesLatar Belakang BrunoBruno tumbuh menjadi salah satu penjaga gawang terbaik Brasil sepanjang kariernya yang singkat. Setelah bermain untuk Atletico Mineiro dan Corinthians, kepindahan ke Flamengo menandai masa depan cerah bagi sang kiper muda. Flamengo membayar €3 juta untuk mengontraknya, dan meski awalnya menjadi cadangan bagi Diego – kiper pilihan pertama mereka – ia diberi kesempatan setelah cedera menimpa rekan setimnya.Klub asal Brazil tersebut sebenarnya sukses mengalahkan Barcelona untuk mendapatkan tanda tangannya, dan Bruno mencuri berita utama setelah menunjukkan bahwa ia mampu menggunakan kakinya dan juga tangannya. Dia mencetak tiga gol tendangan bebas untuk klub, serta penalti, dan dia bahkan diangkat menjadi kapten klub.Namun, pada 2010, penyelidikan diluncurkan atas hilangnya dan dugaan pembunuhan Eliza; Flamengo juga menskors Bruno, dan menarik dukungan hukum mereka untuk pemain tersebut.Beberapa bulan sebelumnya, ada rumor bahwa ia akan berangkat ke Piala Dunia 2010 bersama Brasil, namun ia tidak dipilih karena kegemarannya pamer skill yang tidak perlu. Sebaliknya, dia justru berakhir di penjara.
  • Pertemuan Bruno & ElizaImpian Eliza untuk menjadi model tidak terwujud di Sao Paulo, sehingga dia harus mencari cara tersendiri untuk mendapatkan penghasilan. Meski ia tampil dalam berbagai pemotretan fashion, tagihannya masih belum terbayar, sehingga ia mulai membintangi film porno.Pada 2009, menurut Bruno, dia bertemu Eliza di sebuah acara barbekyu dan pasangan itu berhubungan seks. Eliza kemudian meninggalkan pekerjaan fesyennya untuk hidup bersama bintang sepakbola itu, tetapi Bruno sejatinya sudah menikah. Meski mengaku akan meninggalkan istrinya, hubungan dengan Eliza tiba-tiba berakhir di tahun yang sama.Eliza kemudian mengumumkan bahwa dia hamil, dan tidak akan melakukan aborsi, meski ada tekanan dari sang kiper. Di depan umum, Bruno mengaku memutuskan hubungan; tapi bukan itu yang terjadi.
  • Sejarah KekerasanHubungan pasangan ini jelas tidak stabil, dan pada Oktober 2009, laporan polisi diajukan oleh Eliza, mengklaim bahwa Bruno dan dua temannya, ‘Russo’ dan ‘Macarrao’, menyanderanya.Saat dikurung, Eliza menuduh bahwa dia dipaksa untuk meminum “zat penggugur kandungan” di bawah todongan senjata dan dipukuli oleh ketiga pria tersebut. Setelah tes DNA selesai, tuduhan Eliza terkonfirmasi – dia memang memiliki zat tersebut dalam urinnya, namun hasil tes tersebut baru dipublikasikan setelah dia hilang.Sebelumnya sempat ada permintaan penahanan yang diajukan oleh Eliza pada Bruno, melarang dia berada dalam jarak 300 meter darinya, tapi ditolak. Bruno, sementara itu, membantah semua tuduhan, mengklaim sang kekasih hanyalah seorang fantasis.Dia berkata: “Ini bukan pertama kalinya dia mengarang kebohongan untuk mencoba menyakiti saya.”
  • Eliza Samudio 2009Getty ImagesDiabaikanEliza mengajukan petisi kepada pengadilan Brasil untuk mendapat perlindungan lebih terhadap penjaga gawang tersebut, karena traumanya akibat penculikan yang terjadi. Hal itu justru diabaikan oleh hakim; padahal Eliza sedang hamil lima bulan saat itu.Ia melahirkan pada 2010 meski saat itu tinggal bersama seorang temannya. Bruno tidak mengakui bahwa dialah ayah sang bayi, meski Eliza meminta tunjangan untuk anak. Eliza juga mengklaim bahwa dia telah diserang, dan Bruno didakwa sekali lagi.Oleh karena itu, ada banyak peluang bagi pengadilan serta hukum untuk melindungi Eliza, namun mereka gagal melakukannya.
  • PembunuhanDetail pembunuhan Eliza sangat mengerikan. Setelah meminta tunjangan anak, dia dipanggil ke peternakan Bruno, dan dibawa ke sana oleh dua kaki tangannya, bernama ‘Spaghetti’ dan Jorge Sales, dengan kedok sedang menegosiasikan penyelesaian masalah. Itu malah menjadi akhir dari hidupnya.Bruno mengaku bahwa Eliza menghilang begitu saja dan akibatnya menelantarkan anak mereka; bayi tersebut kemudian ditemukan di sebuah favela, diduga ditinggalkan oleh istri sah sang penjaga gawang.Sales, yang saat itu berusia 17 tahun, memberi tahu polisi apa yang terjadi. Dilaporkan BBC Sport, Eliza dipukuli sebelum dibawa ke peternakan Bruno. Bruno sedang bermain untuk Flamengo pada saat itu, tetapi dia tiba pada malam berikutnya.Pada 10 Juni, Eliza diusir dari peternakan bersama anaknya, ke sebuah rumah di Belo Horizonte. Di sana, dia dicekik sampai mati oleh Marcos Aparecido, mantan petugas polisi yang disewa oleh Spaghetti – atas perintah Bruno – untuk melakukan pembunuhan tersebut. Tubuhnya kemudian dipotong-potong dan jenazahnya diumpankan ke anjing. Dia tidak pernah ditemukan.
  • Bruno Fernandes de SouzaGetty ImagesSidang PengadilanBruno menyerahkan diri pada 7 Juli, namun tetap menyatakan dirinya tidak bersalah. Dia tidak merencanakan pembunuhan itu, hanya mendengarnya dari seorang teman, itulah pengakuannya.Polisi mencari Eliza tetapi tidak dapat menemukannya, dan sementara itu, hak asuh atas bayi tersebut sudah diberikan kepada ibunya. Tes DNA kemudian memastikan identitas Bruno, namun persidangan ditunda hingga tahun 2013 karena pihak pembela berupaya mencari bukti yang dapat membuktikan bahwa sang kiper tidak bersalah.Akhirnya pada 8 Maret 2013, Bruno divonis 22 tahun penjara, begitu pula Marcos Aparecido. Macarrao dijatuhi hukuman 15 tahun karena mengurung dan membunuh Eliza serta menyembunyikan mayatnya. Namun Bruno hanya menjalani hukuman enam tahun tujuh bulan, ketika pengacaranya mengajukan mosi ke Habeus Corpus, di tengah penundaan permintaan banding, dan dia kemudian dibebaskan dari penjara pada Februari 2017.
  • Bruno BOA EsporteGetty ImagesPembebasanSegera setelah dibebaskan, Bruno dibanjiri tawaran dari klub-klub Brasil. Dia menandatangani kontrak dengan tim divisi dua BOA Esporte Clube, tetapi tidak pernah bermain, karena pada April 2017, dia diperintahkan untuk dikembalikan ke penjara, karena pengacaranya dinyatakan bersalah atas penundaan yang terjadi sebelumnya.Namun pada 2019, Bruno diizinkan pulang ke rumah, dengan ia hanya ditempatkan di bawah tahanan rumah selama sisa hukumannya. Awalnya, Penjara Varginha bermaksud agar sang kiper boleh pergi di siang hari, dan kembali pada malam hari, namun hal ini terbukti tidak bisa dijalankan, dan sebagai hasilnya, dia diizinkan untuk ditempatkan di rumah secara permanen.Saat menjadi tahanan rumah, yang menakjubkan adalah Rio Branco – klub kasta keempat Brasil – mengontrak Bruno. Hal ini memerlukan biaya finansial yang besar, dan hampir semua sponsor mereka kemudian membatalkan perjanjian. Dia memang bermain untuk klub tersebut, tapi hal itu menyebabkan penderitaan yang besar bagi keluarga Eliza, terutama ibunya, Sonia.Dia berkata, menurut BBC: “Dia melakukan kejahatan keji dan tidak masuk akal bahwa dia sekarang bisa menjadi idola bagi anak-anak dan remaja. Pengadilan mengizinkan semua keinginannya, sementara saya bahkan tidak dapat menemukan jenazah putri saya.”Bruno kemudian secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari sepakbola pada 2021, dan berencana mengejar karier sebagai investor. Namun, namanya akan selalu dikaitkan dengan salah satu kisah paling kelam dalam sejarah olahraga Brasil.

One response to “Kisah Aneh Tapi Nyata: Kegilaan Bruno Fernandes De Souza – Sang Kiper Killer”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights